Wednesday, April 13

Bernafas seketika


Lega…
Dunia tenang sementara,
Selagi tiada aral mendatang,
Kiri menjadi indah,
Kanan kelihatan bahagia,
Dunia tenang sementara,

Sementara waktu masih ada,
Bersama teman teroka senyumnya,
Melihat dia tertawa seketika,
Diri turut merasa girang,
Sementara waktu masih ada,

Buat sementara di dalam suka,
Tengahari timbulkan keakraban kita,
Hingga senja bergurau senda,
Malam diakhiri dengan gembira,
Buat sementara di dalam suka,

Tapi semua hanya sementara,
Bakal menjelma ujian kedua,
Tanggal 18 aku nantikan,
Samada duka atau lara,
Akanku guna sementara untuk bersedia
. . .
baru lepas satu paper,dah happy cenggini...
hahahaha..

Monday, April 11

Missing yesterday


Esok exam…
Tapi skrang pun selsema masih belum reda. Kalau difikirkan balik aku mula merasai simptomnya time jogging. sekarnag dah berevlosui jadi demam.Tak munasabah betul. Things that suppose to make me healthy turns their back against me. Sama je macam kopi, makin aku minum, makin mengantuk. Ishh…

At times like this, satu benda je dalam kepala kita. Semasa kita sakit, semasa kita menderita, we just need someone to hold to. Terfikir balik kat dia. Wish those persons were here now.

Right now,
I need u to sing to me like you use to,
To wear the perfume that i love so much about you,
To say its okay even when i’m wrong,
To hug me with that warmness like you always did,
To be here beside me studying till the night falls,

I need u…. 








be brave there syarky

Sunday, April 10

Gemuruh hari esok-exam


Dup dap dup dap…

Denyutan nadi aku membara,
Tika dunia kelihatan gembira,
Merai cinta dan bahagia,
Tapi diri bagai tiada di dunia,

Masih terbayang hari semalam,
Aku, kamu, dia, mereka tersenyum mesra,
Ke sana ke mari mengukir memori,
Bagai esok tiada lagi,






omaigad! banyak lagi tak baca

Reality pantas memintas,
Seperti tiada buku bertemu ruas,
Mengadap ilmu tanpa puas,
Bila esok semuanya harus dilawas,
Harap tiada yang bakal terbabas….

Thursday, April 7

Bencana bumi mentari

astaghfir...


Tika alam mula nyenyak,
Unggas juga mulai bertebaran,
Bagai mengetahui bencana mendatang,
Sang gagak lekas meninggalkan sarang,

Belum luntur gundah di jiwa,
Rakyat negeri mentari masih merasa,
Ngeri semalam yang belum reda,
Dibalas pula dengan gegaran,

Sepuluh jari menyusun doa,
Moga insan disana selamat jua,
Tabah menghadapi 7.4 richter,
Wahai manusia,
Cekallah semua!!!


Hening pagi tadi


Huargh!!!!!
Nafas tersentak lamunan terjaga,
Semuanya kerna dentuman jam pukul lima,
Awal dingin pagi menyapa,
Ayuh Putrajaya,
Kita bersanda,
                     
Bersama tengku juga dayangnya,
Meniti pelangi tasik bahagian kelima,
Berlari anak menuju angkasa,
Gagah perwira kepenatan jua,
Namun tengku santai bersama dayangnya,

Pulang sudah dari daerah ternama,
Berangkat pula ke laman tercinta,
Seksyen ketujuh bumi bangi arah tujunya,
Menjamah kelazatan puas akhirnya,

Kembali beradu di kamar hina,
Sang pewira nyenyak menyambung lena,
Apatah lagi tengku dan dayangnya,
Tiada dunia mampu terjaga,





p/s: ceh!! jogging sikit je, rehat banyak pastu melantak pulak. adoi!
Pin It button on image hover
Tweet